MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISTA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

umroh desember

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. umroh ramadhan Parung
Kali ini admin akan membagikan artikel mengenai Contoh Karya Ilmiah/Makalah tentang Efek Rumah Kaca. Semoga artikel ini, dapat di gunakan dengan sebaik-baiknya. Dan semoga artikel ini dapat membantu mengerjakan Tugas Sekolah atau Kuliah teman-teman semuanya.
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
 
A.    Latar Belakang
       Sejak jaman purbakala sampai sekarang,manusia mengalami perubahan yang sangat pesat seiring berjalannya waktu,ilmu pengetahuan juga ikut berkembang.Manusia sebagai mahluk ciptaan Allah yang sangat sempurna mempunyai tugas untuk menjaga dan tetap melestarikan alam agar tidak punah.
        Keadaan permukaan bumi saat ini mengalami peningkatan suhu yang tidak seperti biasanya yang terjadi selama 100 tahun terakhir ini,salah satu penyebabnya adalah rumah kaca yang biasanya di gunakan untuk mengembangkan bunga,buah dan lain sebagainya,rumah kaca ini melindungi tanaman dari panas dan dingin secara berlebih sehingga banyak industri - industri menggunakan metode ini untuk meningkatkan penghasilannya.Tanpa mereka pikirkan seberapa besar dampak yang ditimbulkan dari perbuatannya itu.
       Pemanasan global atau lebih sering disebut Global Warming tengah jadi buah bibir masyarakat saat ini khususnya di Indonesia dikarenakan di Indonesia juga mengalami perubahan iklim yang tidak menentu akibat dari pemanasan global tersebut.Banyak  dampak yang akan ditimbulkan oleh terjadinya pemanasan global.
 
       Oleh karena itu dalam karya ilmiah ini akan dibahas lebih lanjut tentang adakah efek yang di berikan oleh rumah kaca terhadap pemanasan global ? Apakah dampak yang ditimbulkan dari terjadinya pemanasan global ? Hasil- hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan tentang efek rumah kaca terhadap pemanasan global? Dan upaya apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengurangi terjadinya pemanasan global ini.Dengan mencari Informasi dan data-data yang dapat dipercaya melalui media seperti buku dan inernet.
                                                                                        
B.Rumusan Masalah
 
        Adapun rumasan masalah dalam penelitian ini yaitu :
1.      Adakah efek dari rumah kaca terhadap pemanasan global ?
2.      Apa penyebab rumah kaca dapat mengakibatkan pemanasan global?
3.      Upaya apa yang dapat di lakukan untuk mengurangi terjadinya pemanasan global di Bumi ?
 
C. Tujuan Penelitian
       Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu mencakup :
1.        Untuk mengetahui apakah ada efek dari rumah kaca terhadap pemanasan global.
2.        Untuk mengetahui penyebab dari efek rumah kaca sehingga mengakibatkan pamanasan global.
3.        Untuk mengetahui upaya apa yang dapat di lakukan untuk mengurangi terjadinya pemasan global di Bumi.
 
D. Manfaat Penelitian
 
1.        Bagi penulis,penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai semua yang berhubungan dengan efek rumah kaca terhadap pemanasan global.
2.        Bagi Pembaca,penelitian ini dapat memberikan pengetahuan mengenai efek rumah kaca terhadap pemananasan global.
3.         Bagi Para Ilmuwan yang meneliti,Penelitian ini dapat memberikan tambahan data-data atau pernyataan-pernyataan mengenai efek rumah kaca terhadap pemanasan global.
 
 
BAB II
LANDASAN TEORI
 
A. Pengertian-pengertian
     1. Efek Rumah Kaca
       Efek rumah kaca adalah proses penghangatan bumi karena adanya penyerapan sinar infra merah.Tanpa adanya efek ini suhu bumi akan turun sekitar 30° C.Sinar yang datang ke bumi sebanya 30 % dipantulkan dan sisanya digunakan untuk menghangatkan daratan,lautan dan atmosfer.efek rumah kaca terjadi karena bumi relatif transparan terhadap sinar tampak,namun sangat menyerap sinar infra merah sehingga bumi akan menghangat karena adanya penyerapan energi tersebut. Efek rumah kaca juga merupakan efek alamiah untuk menjaga temperature  permukaan Bumi pada suhu normal sekitar 30°C,atau kalau tidak ada ,maka tentu saja tidak akan ada kehidupan dimuka Bumi ini.
        
2.Pemanasan Global
        Pemanasan global yaitu bertambah panasnya atmosfer Bumi serta samudra selama beberapa dekade terakhir.Menurut penelitian suhu bumidi ketahui meningkat 0,6 kurang lebih 0,2 °C selama 20 Abad terakhir.
(Nur Farida 2009 :53) Mengatakan, bahwa pemanasan global yaitu disebut juga global warming ,istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomena peningkatan suhu rata – rata atmosfer Bumi.Peningkatan suhu Bumi ini dianggap akan secara permanen mengubah iklim Bumi selamanya.
 
B. Dampak dari terjadinya Pemanasan Global
 
 
Editor by : OSHIMURA

- See more at: http://pbsstainmetro.blogspot.com/2014/02/contoh-karya-ilmiah-tentang-bahaya-efek.html#sthash.8nHxf7N3.dpuf

CONTOH KARYA ILMIAH TENTANG EFEK RUMAH KACA

BALTIMORE — In the afternoons, the streets of Locust Point are clean and nearly silent. In front of the rowhouses, potted plants rest next to steps of brick or concrete. There is a shopping center nearby with restaurants, and a grocery store filled with fresh foods.

And the National Guard and the police are largely absent. So, too, residents say, are worries about what happened a few miles away on April 27 when, in a space of hours, parts of this city became riot zones.

“They’re not our reality,” Ashley Fowler, 30, said on Monday at the restaurant where she works. “They’re not what we’re living right now. We live in, not to be racist, white America.”

As Baltimore considers its way forward after the violent unrest brought by the death of Freddie Gray, a 25-year-old black man who died of injuries he suffered while in police custody, residents in its predominantly white neighborhoods acknowledge that they are sometimes struggling to understand what beyond Mr. Gray’s death spurred the turmoil here. For many, the poverty and troubled schools of gritty West Baltimore are distant troubles, glimpsed only when they pass through the area on their way somewhere else.

Photo
 
Officers blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues after reports that a gun was discharged in the area. Credit Drew Angerer for The New York Times

And so neighborhoods of Baltimore are facing altogether different reckonings after Mr. Gray’s death. In mostly black communities like Sandtown-Winchester, where some of the most destructive rioting played out last week, residents are hoping businesses will reopen and that the police will change their strategies. But in mostly white areas like Canton and Locust Point, some residents wonder what role, if any, they should play in reimagining stretches of Baltimore where they do not live.

“Most of the people are kind of at a loss as to what they’re supposed to do,” said Dr. Richard Lamb, a dentist who has practiced in the same Locust Point office for nearly 39 years. “I listen to the news reports. I listen to the clergymen. I listen to the facts of the rampant unemployment and the lack of opportunities in the area. Listen, I pay my taxes. Exactly what can I do?”

And in Canton, where the restaurants have clever names like Nacho Mama’s and Holy Crepe Bakery and Café, Sara Bahr said solutions seemed out of reach for a proudly liberal city.

“I can only imagine how frustrated they must be,” said Ms. Bahr, 36, a nurse who was out with her 3-year-old daughter, Sally. “I just wish I knew how to solve poverty. I don’t know what to do to make it better.”

The day of unrest and the overwhelmingly peaceful demonstrations that followed led to hundreds of arrests, often for violations of the curfew imposed on the city for five consecutive nights while National Guard soldiers patrolled the streets. Although there were isolated instances of trouble in Canton, the neighborhood association said on its website, many parts of southeast Baltimore were physically untouched by the tumult.

Tensions in the city bubbled anew on Monday after reports that the police had wounded a black man in Northwest Baltimore. The authorities denied those reports and sent officers to talk with the crowds that gathered while other officers clutching shields blocked traffic at Pennsylvania and West North Avenues.

Lt. Col. Melvin Russell, a community police officer, said officers had stopped a man suspected of carrying a handgun and that “one of those rounds was spent.”

Colonel Russell said officers had not opened fire, “so we couldn’t have shot him.”

Photo
 
Lambi Vasilakopoulos, right, who runs a casual restaurant in Canton, said he was incensed by last week's looting and predicted tensions would worsen. Credit Drew Angerer for The New York Times

The colonel said the man had not been injured but was taken to a hospital as a precaution. Nearby, many people stood in disbelief, despite the efforts by the authorities to quash reports they described as “unfounded.”

Monday’s episode was a brief moment in a larger drama that has yielded anger and confusion. Although many people said they were familiar with accounts of the police harassing or intimidating residents, many in Canton and Locust Point said they had never experienced it themselves. When they watched the unrest, which many protesters said was fueled by feelings that they lived only on Baltimore’s margins, even those like Ms. Bahr who were pained by what they saw said they could scarcely comprehend the emotions associated with it.

But others, like Lambi Vasilakopoulos, who runs a casual restaurant in Canton, said they were incensed by what unfolded last week.

“What happened wasn’t called for. Protests are one thing; looting is another thing,” he said, adding, “We’re very frustrated because we’re the ones who are going to pay for this.”

There were pockets of optimism, though, that Baltimore would enter a period of reconciliation.

“I’m just hoping for peace,” Natalie Boies, 53, said in front of the Locust Point home where she has lived for 50 years. “Learn to love each other; be patient with each other; find justice; and care.”

A skeptical Mr. Vasilakopoulos predicted tensions would worsen.

“It cannot be fixed,” he said. “It’s going to get worse. Why? Because people don’t obey the laws. They don’t want to obey them.”

But there were few fears that the violence that plagued West Baltimore last week would play out on these relaxed streets. The authorities, Ms. Fowler said, would make sure of that.

“They kept us safe here,” she said. “I didn’t feel uncomfortable when I was in my house three blocks away from here. I knew I was going to be O.K. because I knew they weren’t going to let anyone come and loot our properties or our businesses or burn our cars.”

Baltimore Residents Away From Turmoil Consider Their Role

Artikel lainnya »