PERJALANAN UMROH |ITINERARY  REGULER 9 Hari TAKE OFF MADINAH

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. paket umroh plus turki Kepulauan Seribu Selatan

BANDUNG, Saco-Indonesia.com - Setelah memasarkan ponsel pintar BlackBerry Z10 dengan desain layar sentuh pada Maret lalu, kini BlackBerry Indonesia resmi meluncurkan BlackBerry Q10 dengan desain papan ketik fisik di Bandung, Selasa (4/6/2013).

Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiyono Handoyo, optimis ponsel ini akan sesukses BlackBerry Z10. Apalagi, BlackBerry Q10 memiliki desain dengan keypad format QWERTY yang cocok dengan selera konsumen Indonesia.

"BlackBerry Q10 punya fitur yang sama dengan BlackBerry Z10, karena keduanya memakai sistem operasi yang sama yaitu BlackBerry 10," ujar Maspiyono.

BlackBerry Q10 yang tersedia dalam pilihan warna putih dan hitam ini mulai dipasarkan secara massal pada 27 Juni dengan harga Rp 7,5 juta. Harga ini lebih mahal dari BlackBerry Z10 yang dijual seharga Rp 7 juta.

BlackBerry Q10 diperkuat dengan prosesor dual- core 1,5GHz, RAM 2GB, memori internal 16GB yang dapat diperluas dengan tambahan kartu memori MicroSD. Kamera belakangnya dibekali sensor 8MP  dengan LED flash dan kamera depan 2MP.

Ponsel yang dibekali baterai berkapasitas 2.100mAh ini, telah mendukung koneksi nirkabel 3G, 4G LTE, dan NFC. Selain itu, ia juga bisa terhubung dengan koneksi WiFi dan Bluetooth.

Tidak ada trackpad atau trackball. Tombol-tombol fisik yang biasanya menghiasai ponsel BlackBerry lawas, seperti tombol telepon, menu, back, dan tombol daya, juga sudah ditiadakan di BlackBerry Q10. Navigasi bisa dilakukan dengan keypad atau menyentuh layar seluas 3,1 inci. Layar ini mendukung resolusi 720 x 720 pixel dengan ketajaman 360 pixel per inci.

Editor:Liwon Mmaulana

Sumber:Kompas.com

Nah Ini Dia Harga BlackBerry Q10 di Indonesia
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepalís Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »