ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 10HARI JUMATAIN

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. jadwal umroh november Karawang

Selama ini tekanan darah tinggi memang sudah diketahui sebagai faktor yang bisa meningkatkan risiko stroke. Namun baru-baru ini peneliti telah menemukan bahwa tekanan darah yang naik sedikit saja sudah bisa meningkatkan kemungkinan seseorang terkena stroke.

Hasil ini telah didapatkan peneliti setelah menganalisis data dari 760.000 partisipan yang telah diikuti selama 36 tahun. Mereka telah menemukan bahwa kenaikan tekanan darah yang sedikit, seringkali disebut juga pre-hipertensi, bisa memicu terjadinya stroke. Kenaikan sedikit saja pada tekanan darah bisa meningkatkan risiko stroke hingga 66 persen.

"Analisis ini telah memberikan konfirmasi terhadap bukti-bukti pada banyak penelitian. Penelitian ini telah mengonfirmasi bahwa kenaikan sedikit tekanan darah saja penting dan sangat berimbas pada risiko stroke," ungkap Dr Ralph Sacco dari University of Miami Miller School of Medicine.

Sebelumnya penelitian di Southern Medical University, Guangzhou, juga telah menunjukkan bahwa 20 persen stroke terjadi pada orang yang telah mengalami pre-hipertensi. Hasil ini tetap sama meski peneliti memperhitungkan faktor lain seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan kebiasaan merokok.

Dr John Volpi dari Houston Methodist Hospital di texas telah menyarankan agar orang senantiasa mengontrol tekanan darah mereka. Jangan remehkan tekanan darah yang naik secara perlahan, meski tak sering. Karena itu bisa berimbas pada hal lainnya dan bahkan bisa memicu stroke. Lakukan juga gaya hidup yang sehat dan makan makanan bernutrisi untuk menjaga tekanan darah tetap stabil.

Awas, tekanan darah naik sedikit saja tingkatkan risiko stroke
Photo
 
Many bodies prepared for cremation last week in Kathmandu were of young men from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas. Credit Daniel Berehulak for The New York Times

KATHMANDU, Nepal — When the dense pillar of smoke from cremations by the Bagmati River was thinning late last week, the bodies were all coming from Gongabu, a common stopover for Nepali migrant workers headed overseas, and they were all of young men.

Hindu custom dictates that funeral pyres should be lighted by the oldest son of the deceased, but these men were too young to have sons, so they were burned by their brothers or fathers. Sukla Lal, a maize farmer, made a 14-hour journey by bus to retrieve the body of his 19-year-old son, who had been on his way to the Persian Gulf to work as a laborer.

“He wanted to live in the countryside, but he was compelled to leave by poverty,” Mr. Lal said, gazing ahead steadily as his son’s remains smoldered. “He told me, ‘You can live on your land, and I will come up with money, and we will have a happy family.’ ”

Weeks will pass before the authorities can give a complete accounting of who died in the April 25 earthquake, but it is already clear that Nepal cannot afford the losses. The countryside was largely stripped of its healthy young men even before the quake, as they migrated in great waves — 1,500 a day by some estimates — to work as laborers in India, Malaysia or one of the gulf nations, leaving many small communities populated only by elderly parents, women and children. Economists say that at some times of the year, one-quarter of Nepal’s population is working outside the country.

Nepal’s Young Men, Lost to Migration, Then a Quake

Artikel lainnya »