ITINERARY PEJALANAN UMROH PLUS CITYTOUR DUBAI 10 HARI

Setiap jamaah yang berangkat umroh atau haji khusus Call/Wa. 08111-34-1212 pasti menginginkan perjalanan ibadah haji plus atau umrohnya bisa terlaksana dengan lancar, nyaman dan aman sehingga menjadi mabrur. Demi mewujudkan kami sangat memahami keinginan para jamaah sehingga merancang program haji onh plus dan umroh dengan tepat. Jika anda ingin melaksanakan Umrah dan Haji dengan tidak dihantui rasa was-was dan serta ketidakpastian, maka Alhijaz Indowisata Travel adalah solusi sebagai biro perjalanan anda yang terbaik dan terpercaya.?agenda umroh 12 hari

Biro Perjalanan Haji dan Umrah yang memfokuskan diri sebagai biro perjalanan yang bisa menjadi sahabat perjalanan ibadah Anda, yang sudah sangat berpengalaman dan dipercaya sejak tahun 2010, mengantarkan tamu Allah minimal 5 kali dalam sebulan ke tanah suci tanpa ada permasalahan. Paket yang tersedia sangat beragam mulai paket umroh 9 hari, 12 hari, umroh wisata muslim turki, dubai, aqso. Biaya umroh murah yang sudah menggunakan rupiah sehingga jamaah tidak perlu repot dengan nilai tukar kurs asing. harga umroh desember di Tangerang

saco-indonesia.com, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih akan terus menelusuri kasus dugaan korupsi hibah kereta KRL dari Jepang tahun 2006-2007 lalu , yang diduga telah melibatkan menteri perekonomian Hatta Rajasa. Menurut Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto memang saat ini belum ada perkembangan yang signifikan dari kasus tersebut.
 
"Hibah KRL Jepang kami belum dapat laporan lagi dari penyidik. Kami juga lihat tidak ada potensi yang bisa dikembangkan lagi," kata Bambang dalam pemaparan capaian kinerja KPK tahun 2013 di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
 
Kendati demikian, sambung Bambang, penyelidikan juga akan dilakukan kembali bila memang ditemukan bukti baru. "Nanti kalau ada bukti-bukti baru bisa saja dikembangkan lagi," tandasnya
 
Seperti yang diketahui, kasus ini bermula ketika pemerintah Jepang telah memberikan bantuan berupa kereta KRL kepada Kementerian Perhubungan tahun 2006-2007 lalu dengan total proyek senilai Rp48 miliar, namun telah terjadi penggelembungan biaya pengiriman yang telah mengakibatkan kerugian negara yang ditaksir telah mencapai Rp11 miliar.
 
Terkait kasus ini,  Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta telah menjerat satu terdakwa, mantan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Soemino Eko Saputro yang divonis tiga tahun penjara pada 2011 karena terbukti korupsi dalam proses pengangkutan 60 unit KRL dari Jepang.
 
Namun, Soemino telah menyatakan bila penunjukkan langsung perusahaan Sumino Corporation atas persetujuan Hatta Rajasa, termasuk proyek hibah KRL tersebut.


Editor : Dian Sukmawati

KPK AKAN USUT KORUPSI HIBAH KRL

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »