ITINERARY PERJALANAN UMROH REGULER 9 Hari

berangkat haji  menuju tanah suci 08111-34-1212 memenuhi panggilan-Mu,  dgn segera tentunya  ialah adalah hal  yg diimpikan untuk orang  yg pernah tdk bisa menyangga rasa cintanya terhadap Baitullah. Ya,  hal ini sungguh sangat wajar sekali. Tentunya kian cepat  kian baik  dikerjakan, daripada menunggu bertambah lama, sedangkan dana yg dimiliki sudah layak utk pergi secara  mandiri ataupun backpacker,  ataupun dgn menumpang biro perjalanan umroh beserta haji  yg pernah tersedia luas dengan memiliki reputasi di kalangan  umum.  Jika bisa beserta kawakan,  bisa-bisa saja pergi haji secara berdikari. Namun, bagaimana dgn yg tak memiliki cakap?  Bilamana sudah siap malah lebih baik mengikuti agen jasa perjalanan umroh dan haji. sebab,  dgn sedemikian itu, perjalanan haji nantinya bakal terasa khusyu & paling menenangkan sekali  dialami. Nah, biro perjalanan  umrah dan haji yang sudah tepat bila dipilih  ialah pt alhijaz indowisata.  benar-benar tak dapat dipungkiri pula bahwa pt. alhijaz indowisata jakarta mempunyai berpengetahuan yg terhitung telah cukup panjang terhitung sejak th 2000,  lalu mempunyai jam terbang  yg bagus,  mempunyai ijin resmi umroh dengan haji dan provider visa,  badan usaha yang resmi,  beserta yg Tentunya jujur.

Ibadah haji, oleh dasarnya sebetulnya ditentukan pada individu setiap semenjak yg beribadah. Hanya saja, sekali waktu kemudahan dan kekhususan beraneka. Umumnya terurai dalam dua grup, haji regular dan haji plus. Fasilitas haji onh plus mesti pula istimewa. Contohnya penginapan * 5 dan yg sangat menarik adalah lokasinya yang dekat dgn Masjidil Haram, menjadi pusat per ibadah haji. Asyiknya haji plus, dapat beribadah bebas, 24 jam penuh, karena posisinya sekitar. Hendak ke Masjidil Haram bebas, terpulang harapan pribadi sendiri-sendiri, ingin beribadah atau inginkan tawaf pada mall. jemaah tiap-tiap sore sholat pada front Ka Bah, malam Dhuha saja, masing-masing pagi jua dapat. Bagi itu, pernah menentukan yang tentu saja diawali dengan bacaan Bismilah lalu jitu segera mendaftar ibadah haji ke pt. alhijaz indowisata tour & travel dgn program paket haji onh plus 2022 2023 2024 2025 2026 2027 yang disuguhkan alhijaz indowisata tour & travel kota jakarta timur dki jakarta dari waktu ini. Kumpulan cepat, dgn tujuan yang yakin insyaaAllah ibadah kita Akan menguasai beserta menjadi haji yang mabrur. Program paket haji ini, bergaransi & mempunyai pelayanan ahli dengan keringanan beserta Kemudahan yang menjamin keperluan Anda. Kunjungi website resmi kami www.alhijazindowisata.net

> harga daftar haji plus 2022

 Tips Merawat AC di Rumah
Sekarang ini juga sudah banyak rumah-rumah yang ada mesin pendingin udara (ruangan) atau AC. Untuk di kota, bahkan hampir tiap rumah juga punya AC atau pendingin ruangan.

Agar performance AC selalu dalam kondisi yang prima, maka diperlukan perawatan/pemeliharaan yang sangat rutin. Keuntungan jika dilakukan perawatan yang sangat rutin adalah:
- Umur part terutama kompresor menjadi lebih lama.
- Pemakaian enersi listrik efisien.
- Kapasitas pendinginan AC selalu maksimal.

Berikut adalah tips-tips atau pedoman cara untuk merawat mesin pendingin ruangan (udara) atau AC:

1. Cek filter udara unit indoor (dalam ruangan)
Karena fungsi AC antara lain adalah untuk dapat menyediakan udara yang sehat buat pernafasan, maka AC juga selalu diperlengkapi dengan filter.
Filter udara telah mempunyai fungsi ganda, yaitu
>> Untuk menjaga agar sirip-sirip coil pada unit indoor tidak cepat kotor.
>> Untuk membuat udara yang dihembuskan dari indoor bebas dari debu. Filter telah terbuat dari bahan khusus yang gampang mengikat partikel-partikel debu, bakteri, serbuk, bulu binatang, asap rokok dan lain-lain. Jika cukup banyak kotoran terakumulasi pada filter, maka akan dapat menyebabkan aliran udara fan blower terganggu, sehinga kapasitas pendinginan akan turun. Filter indoor sebaiknya dicuci minimal sebulan sekali. Membersihkan filter juga dapat dilakukan sendiri. Filter yang rusak juga harus diganti dengan yang baru. Filter umumnya mudah dilepas dan dipasang dengan cara slide-out dan slide-in.

2. Cek tekanan refrigran dan arus kompresor.
Tekanan yang berkurang juga merupakan indikasi telah terjadi kebocoran. Jika tekanan berkurang setelah unit dipakai bebarapa bulan atau setelah setahun, hal ini juga menunjukkan telah terjadi kebocoran yang sangat kecil. Perlu pemeriksaan yang teliti untuk dapat menemukan kebocoran seperti ini. Arus kompresor yang over menunjukkan kemungkinan terjadi refrigran over charge.

3. Cek kemungkinan kebocoran.
Secara berkala setiap 6 bulan atau minimal setahun sekali amati bagian-bagian perpipaan apakah menunjukkan adanya tetesan atau perembesan oli. Jika dijumpai hal ini, maka menunjukkan adanya kebocoran kecil.

4. Pencucian sirip-sirip coil evaporator dan kondensor.
Sirip-sirip pada coil evaporator & kondensor juga berfungsi untuk dapat memperluas kontak antara coil dengan udara. Jika sirip-sirip ini sampai rusak atau bengkok misalnya, maka dapat menghambat aliran udara. Gunakan sisir khusus yang dipakai untuk dapat memperbaiki sirip-sirip yang bengkok.

Dalam jangka waktu yang lama pada permukaan sirip sirip coil akan terakumulasi debu atau kerak. Hal ini juga akan dapat menghambat kontak antara sirip-sirip dengan udara, sehingga kapasitas pendinginan akan turun. Oleh karena itu sirip sirip coil evaporator maupun kondensor minimum setahun sekali harus dibersihkan. Membersihkan sirip-sirip coil diperlukan peralatan khusus dan teknisi yang terlatih.

Sirip-sirip pada AC, terutama bagian outdoor lama kelamaan akan terjadi korosi yang dapat menyebabkan kontak dengan udara menjadi kurang baik. Sirip dengan bahan khusus seperti Blue-fin misalnya, mempunyai kelebihan lebih tahan lama terhadap korosi daripada sirip aluminium biasa.

5. Periksa aliran udara unit indoor
Kecepatan fan blower indoor juga dapat menyebabkan kapasitas pendinginan berkurang. Periksa bearing mungkin kocak karena aus. Bearing dan as motor fan blower yang kering kadang dapat menimbulkan suara noise, maka berilah sedikit minyak pelumas.

6. Cek saluran pembuangan air dan leveling unit indoor
Kadang terjadi kebuntuan atau kebocoran pada saluran pembuangan air. Cek pembuangan air dengan cara mengisi air dari gelas pada tatakan penadah air pada unit indoor. Cek dudukan indoor apakah tidak ada yang kendor dan tidak miring.

7. Cek Outdoor
Cek baling-baling outdoor apakah dapat berputar dengan lancar. Berilah minyak kalau perlu. Aliran udara yang lemah pada unit outdoor akan dapat menyebabkan pembuangan panas tidak sempurna, temperatur kondensor naik, dan tekanan refrigran juga akan naik serta kapasitas pendinginan turun. Hal ini dapat menyebabkan kerja kompresor tambah berat dan umur kompresor tidak lama. Cek konektor-konektor kabel listrik apakah mungkin ada yang kendor. Cek dudukan unit outdoor apakah tidak ada skrup yang kendor dan dudukan tidak miring.

8. Pembersihan lingkungan sekitar unit outdoor
Agar proses sirkulasi pembuangan panas oleh outdoor tetap terjaga dengan sempurna, maka lingkungan disekitar unit outdoor harus selalu dipelihara. Mungkin ada sampah disekitarnya, atau mungkin ada daun pohon yang dapat menghambat sirkulasi udara.

Demikianlah tips praktis merawat AC di rumah, agar AC tidak cepat rusak dan AC dapat bekerja optimal. Semoga bermanfaat.

 

CARA PERAWATAN AC

Late in April, after Native American actors walked off in disgust from the set of Adam Sandler’s latest film, a western sendup that its distributor, Netflix, has defended as being equally offensive to all, a glow of pride spread through several Native American communities.

Tantoo Cardinal, a Canadian indigenous actress who played Black Shawl in “Dances With Wolves,” recalled thinking to herself, “It’s come.” Larry Sellers, who starred as Cloud Dancing in the 1990s television show “Dr. Quinn, Medicine Woman,” thought, “It’s about time.” Jesse Wente, who is Ojibwe and directs film programming at the TIFF Bell Lightbox in Toronto, found himself encouraged and surprised. There are so few film roles for indigenous actors, he said, that walking off the set of a major production showed real mettle.

But what didn’t surprise Mr. Wente was the content of the script. According to the actors who walked off the set, the film, titled “The Ridiculous Six,” included a Native American woman who passes out and is revived after white men douse her with alcohol, and another woman squatting to urinate while lighting a peace pipe. “There’s enough history at this point to have set some expectations around these sort of Hollywood depictions,” Mr. Wente said.

The walkout prompted a rhetorical “What do you expect from an Adam Sandler film?,” and a Netflix spokesman said that in the movie, blacks, Mexicans and whites were lampooned as well. But Native American actors and critics said a broader issue was at stake. While mainstream portrayals of native peoples have, Mr. Wente said, become “incrementally better” over the decades, he and others say, they remain far from accurate and reflect a lack of opportunities for Native American performers. What’s more, as Native Americans hunger for representation on screen, critics say the absence of three-dimensional portrayals has very real off-screen consequences.

“Our people are still healing from historical trauma,” said Loren Anthony, one of the actors who walked out. “Our youth are still trying to figure out who they are, where they fit in this society. Kids are killing themselves. They’re not proud of who they are.” They also don’t, he added, see themselves on prime time television or the big screen. Netflix noted while about five people walked off the “The Ridiculous Six” set, 100 or so Native American actors and extras stayed.

Advertisement

But in interviews, nearly a dozen Native American actors and film industry experts said that Mr. Sandler’s humor perpetuated decades-old negative stereotypes. Mr. Anthony said such depictions helped feed the despondency many Native Americans feel, with deadly results: Native Americans have the highest suicide rate out of all the country’s ethnicities.

The on-screen problem is twofold, Mr. Anthony and others said: There’s a paucity of roles for Native Americans — according to the Screen Actors Guild in 2008 they accounted for 0.3 percent of all on-screen parts (those figures have yet to be updated), compared to about 2 percent of the general population — and Native American actors are often perceived in a narrow way.

In his Peabody Award-winning documentary “Reel Injun,” the Cree filmmaker Neil Diamond explored Hollywood depictions of Native Americans over the years, and found they fell into a few stereotypical categories: the Noble Savage, the Drunk Indian, the Mystic, the Indian Princess, the backward tribal people futilely fighting John Wayne and manifest destiny. While the 1990 film “Dances With Wolves” won praise for depicting Native Americans as fully fleshed out human beings, not all indigenous people embraced it. It was still told, critics said, from the colonialists’ point of view. In an interview, John Trudell, a Santee Sioux writer, actor (“Thunderheart”) and the former chairman of the American Indian Movement, described the film as “a story of two white people.”

“God bless ‘Dances with Wolves,’ ” Michael Horse, who played Deputy Hawk in “Twin Peaks,” said sarcastically. “Even ‘Avatar.’ Someone’s got to come save the tribal people.”

Dan Spilo, a partner at Industry Entertainment who represents Adam Beach, one of today’s most prominent Native American actors, said while typecasting dogs many minorities, it is especially intractable when it comes to Native Americans. Casting directors, he said, rarely cast them as police officers, doctors or lawyers. “There’s the belief that the Native American character should be on reservations or riding a horse,” he said.

“We don’t see ourselves,” Mr. Horse said. “We’re still an antiquated culture to them, and to the rest of the world.”

Ms. Cardinal said she was once turned down for the role of the wife of a child-abusing cop because the filmmakers felt that casting her would somehow be “too political.”

Another sore point is the long run of white actors playing American Indians, among them Burt Lancaster, Rock Hudson, Audrey Hepburn and, more recently, Johnny Depp, whose depiction of Tonto in the 2013 film “Lone Ranger,” was viewed as racist by detractors. There are, of course, exceptions. The former A&E series “Longmire,” which, as it happens, will now be on Netflix, was roundly praised for its depiction of life on a Northern Cheyenne reservation, with Lou Diamond Phillips, who is of Cherokee descent, playing a Northern Cheyenne man.

Others also point to the success of Mr. Beach, who played a Mohawk detective in “Law & Order: Special Victims Unit” and landed a starring role in the forthcoming D C Comics picture “Suicide Squad.” Mr. Beach said he had come across insulting scripts backed by people who don’t see anything wrong with them.

“I’d rather starve than do something that is offensive to my ancestral roots,” Mr. Beach said. “But I think there will always be attempts to drawn on the weakness of native people’s struggles. The savage Indian will always be the savage Indian. The white man will always be smarter and more cunning. The cavalry will always win.”

The solution, Mr. Wente, Mr. Trudell and others said, lies in getting more stories written by and starring Native Americans. But Mr. Wente noted that while independent indigenous film has blossomed in the last two decades, mainstream depictions have yet to catch up. “You have to stop expecting for Hollywood to correct it, because there seems to be no ability or desire to correct it,” Mr. Wente said.

There have been calls to boycott Netflix but, writing for Indian Country Today Media Network, which first broke news of the walk off, the filmmaker Brian Young noted that the distributor also offered a number of films by or about Native Americans.

The furor around “The Ridiculous Six” may drive more people to see it. Then one of the questions that Mr. Trudell, echoing others, had about the film will be answered: “Who the hell laughs at this stuff?”

Native American Actors Work to Overcome a Long-Documented Bias

Artikel lainnya »