umroh april

Tubuh Langsing Dengan Manfaat Buah Nanas : Mengkonsumsi beberapa buah-buahan di percaya telah memiliki kontribusi positif dalam upaya untuk menurunkan berat badan, hal ini dikarenakan didalam buah-buahan tersebut telah terkandung beberapa nutrisi penting dan bermafaat bagi tubuh.

Salah satu buah-buahan yang dianjurkan untuk anda konsumsi ketika diet adalah nanas. Buah yang identik dengan warna kuning pada dagingnya ini selain telah memiliki rasa manis dan menyegarkan, juga dianggap mampu untuk menyingkirkan timbunan lemak dalam tubuh.

Dalam buah nanas juga terkandung beberapa nutrisi penting antara lain vitamin C, vitamin B6, tembaga, tiamin, mangan, serat,sukrosa, dan dekstrosa. Selain itu terdapat juga beberapa enzim seperti bromelain, proteiolitik dan zat penting lainnya seperti asid sitrik.

Manfaat Kandungan Nutrisi Buah Nanas Untuk Diet

Beberapa kandungan nutrisi dalam buah nanas juga dapat memberikan efek cukup baik terhadap program diet yang anda jalankan. Antara lain sebagai berikut :

Vitamin C. vitamin ini juga berperan untuk dapat mengurangi kandungan lemak dalam tubuh yaitu dengan menggiatkan pembakaran lemak sehingga jumlahnya dalam tubuh tidak berlebihan. Tapi, patut anda ketahui, untuk bisa mendapatkan manfaat dari vitamin ini terhadap diet, anda juga harus mengkonsumsi vitamin C dalam kadar mencukupi. Untuk bisa mendapatkan asupan vitamin C yang cukup kedalam tubuh, caranya bisa dengan mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dan juga bisa dengan mengkonsumsi suplemen vitamin C.

Serat. manfaatnya untuk diet yaitu dapat membantu melancarkan buang air besar dan juga dapat menjaga kondisi perut agar merasa kenyang dalam waktu lama.

Enzim proteiolitik. peranannya yaitu dapat memperlambat penyerapan lemak pada saluran pencernaan sehingga sebagian besar terbuang dalam peses.

Asid sitrik. zat ini juga berperan dalam mengurangi tumpukan lemak dalam tubuh sebagai salah satu penyebab obesitas.

Air. Buah nanas juga mengandung banyak air, sehingga dengan menkonsumsi buah nanas, perut akan cepat merasa kenyang.

TUBUH LANGSING DENGAN MANFAAT BUAH NANAS

WASHINGTON — During a training course on defending against knife attacks, a young Salt Lake City police officer asked a question: “How close can somebody get to me before I’m justified in using deadly force?”

Dennis Tueller, the instructor in that class more than three decades ago, decided to find out. In the fall of 1982, he performed a rudimentary series of tests and concluded that an armed attacker who bolted toward an officer could clear 21 feet in the time it took most officers to draw, aim and fire their weapon.

The next spring, Mr. Tueller published his findings in SWAT magazine and transformed police training in the United States. The “21-foot rule” became dogma. It has been taught in police academies around the country, accepted by courts and cited by officers to justify countless shootings, including recent episodes involving a homeless woodcarver in Seattle and a schizophrenic woman in San Francisco.

Now, amid the largest national debate over policing since the 1991 beating of Rodney King in Los Angeles, a small but vocal set of law enforcement officials are calling for a rethinking of the 21-foot rule and other axioms that have emphasized how to use force, not how to avoid it. Several big-city police departments are already re-examining when officers should chase people or draw their guns and when they should back away, wait or try to defuse the situation

Police Rethink Long Tradition on Using Force

Artikel lainnya »