MAU UMROH BERSAMA TRAVEL TERBAIK DI INDONESIA ALHIJAZ INDO WISATA..?

YOOK LANGSUNG WHATSAPP AJA KLIK DISINI 811-1341-212
 

Umroh November

saco-indonesia.com, Cara Terbaik Dan Awet Untuk Renovasi Atap Rumah mungkin benar jika rangka baja ringan itu 100% ideal. Tapi, asal semuanya syaratnya dapat terpenuhi.

Penggunaan baja ringan sebagai struktur rangka atap rumah saat ini memang sudah mulai banyak digunakan banyak orang dan pengembang perumahan. Tak hanya pengembang kelas menengah ke atas saja , pengembang kelas menengah ke bawah pun juga mulai menggunakan material yang satu ini. Alasan yang paling utama adalah harga kayu yang sudah semakin melambung sementara kualitasnya telah semakin menurun.

Ada faktor lain yang mungkin dapat mempengaruhi hasil akhir nilainya tidak dapat mencapai 100% sempurna. Bahkan dalam kondisi terburuk, rangka baja ringan ini juga gagal berfungsi dan sangat membahayakan penghuni rumah. Lantas hal apa yang dapat menurunkan kualitas pemasangan atap baja ringan.

DUDUKAN RANGKA BERMASALAH

Sedikit banyak dudukan rangka dapat mempengaruhi kinerja atap baja ringan. Jika dudukan miring atau tidak sesuai, kuat tekan baja ringan tidak akan dapat tersalur sempurna dan seimbang. Lambat laun, ini juga akan dapat mempengaruhi kekuatan konstruksi. Jika telah terjadi ketidakseimbangan, kemungkinan ambruk sangat besar.

CARA PEMASANGAN YANG TIDAK BENAR

Karena ini adalah sebuah system rangka, jadi pemasangan juga wajib tepat. Sedikit kesalahan akan dapat membuat system rangka tidak dapat berfungsi. Jika diibaratkan rangka baja ringan ini seperti sapu lidi. Benda juga tak bisa berdiri sendiri. Pemasangan juga harus didukung oleh perkiraan beban dan kualitas bahan yang baik. Pemasangan rangka juga telah memiliki prosentase keberhasilan dan kegagalan yang sangat vital. Jika salah, siap-siap rangka akan ambruk. Tak perduli itu sudah di desain dengan rangka yang benar, dihitung dengan cermat dan dengan menggunakan kualitas bahan yang baik. Tidak akan berguna dengan cara pemasangan yang tidak benar.

YANG MEMASANG BUKAN AHLINYA

Rangka atap baja ringan tidak akan bisa dipasang oleh sembarang orang. Hanya orang yang berpengalaman dan sudah terlatih yang bias melakukannya. Hal ini karena struktur rangka baja ringan telah di asumsikan dan telah dihitung secara 3 dimensi yang menjadi satu kesatuan. Andaikata ada satu saja pemasangan yang tidak tepat akan dapat melemahkan struktur lainnya. Pemasangan juga harus dilakukan oleh orang yang ahli dan telah memiliki sertifikat. Kalau pemasangannya sudah tepat, tidak perlu ada yang di khawatirkan. Rangka akan kuat dalam menopang atap hingga berfungsi maksimal.

KUALITAS MATERIAL RENDAH

Jangan asal cari murah, tapi pakailah rangka baja ringan yang telah berkualitas. Ingat, rangka baja ringan posisinya diatas kepala kita. jadi, jika anda membeli rangka kualitas rendah sama saja anda menantang bahaya. Sangat mudah dalam menentukan baja ringan berkualitas atau tidak.jika anda tak ingin pusing lihat saja merk nya dan konsultasikan dengan desainer rumah anda. Merek-merk dari produsen besar yang telah memiliki nama, tentunya akan lebih dapat diandalkan. Anda juga sebaiknya tidak mencampur beberapa merk, termasuk sampai baut-bautnya.

BEBAN BERLEBIH TANPA RENCANA

Jika anda ingin menaruh beban berat seperti lampu gantung, pemanas air, tendon air, atau apapun yang akan ditaruh dan berhubungan dengan rangka atap, sebaiknya terlebih dahulu direncanakan dari awal. jika tidak, dikhawatirkan tidak dapat menahan beban berat dan dapat mengakibatkan atap ambruk.

KASAR SAAT PEMASANGAN GENTING

Benar jika baja ringan bersifat anti karat. Dengan syarat lapisan anti karatnya tidak hilang. Salah satu yang telah membuat anti karat mengelupas adalah pada saat pemasangan genting, jangan sampai terjadi banyak benturan dan goresan antara genting dengan baja ringan. Karena sedikit banyak akan menghilangkan lapisan anti karatnya hilang. Lambat laun, karat ini juga akan dapat menurunkan kualitas baja ringan.

LOKASI MEMPENGARUHI KUALITAS

Lokasi juga sangat mempengaruhi kualitas baja ringan.orang berada di daerah pegunungan cenderung sedikit masalah jika dibandingkan dengan orang yang memakai baja ringan di daerah pantai. Ini terkait dengan korosi yang disebabkan hawa air laut, jika di asumsikan, baja ringan didaerah pegunungan dapat berumur 20 tahun sedang di daerah pantai hanya bertahan 10 tahun.


Editor : Dian Sukmawati

CARA TERBAIK DAN AWET UNTUK RENOVASI ATAP RUMAH

Though Robin and Joan Rolfs owned two rare talking dolls manufactured by Thomas Edison’s phonograph company in 1890, they did not dare play the wax cylinder records tucked inside each one.

The Rolfses, longtime collectors of Edison phonographs, knew that if they turned the cranks on the dolls’ backs, the steel phonograph needle might damage or destroy the grooves of the hollow, ring-shaped cylinder. And so for years, the dolls sat side by side inside a display cabinet, bearers of a message from the dawn of sound recording that nobody could hear.

In 1890, Edison’s dolls were a flop; production lasted only six weeks. Children found them difficult to operate and more scary than cuddly. The recordings inside, which featured snippets of nursery rhymes, wore out quickly.

Yet sound historians say the cylinders were the first entertainment records ever made, and the young girls hired to recite the rhymes were the world’s first recording artists.

Year after year, the Rolfses asked experts if there might be a safe way to play the recordings. Then a government laboratory developed a method to play fragile records without touching them.

Audio

The technique relies on a microscope to create images of the grooves in exquisite detail. A computer approximates — with great accuracy — the sounds that would have been created by a needle moving through those grooves.

In 2014, the technology was made available for the first time outside the laboratory.

“The fear all along is that we don’t want to damage these records. We don’t want to put a stylus on them,” said Jerry Fabris, the curator of the Thomas Edison Historical Park in West Orange, N.J. “Now we have the technology to play them safely.”

Last month, the Historical Park posted online three never-before-heard Edison doll recordings, including the two from the Rolfses’ collection. “There are probably more out there, and we’re hoping people will now get them digitized,” Mr. Fabris said.

The technology, which is known as Irene (Image, Reconstruct, Erase Noise, Etc.), was developed by the particle physicist Carl Haber and the engineer Earl Cornell at Lawrence Berkeley. Irene extracts sound from cylinder and disk records. It can also reconstruct audio from recordings so badly damaged they were deemed unplayable.

“We are now hearing sounds from history that I did not expect to hear in my lifetime,” Mr. Fabris said.

The Rolfses said they were not sure what to expect in August when they carefully packed their two Edison doll cylinders, still attached to their motors, and drove from their home in Hortonville, Wis., to the National Document Conservation Center in Andover, Mass. The center had recently acquired Irene technology.

Audio

Cylinders carry sound in a spiral groove cut by a phonograph recording needle that vibrates up and down, creating a surface made of tiny hills and valleys. In the Irene set-up, a microscope perched above the shaft takes thousands of high-resolution images of small sections of the grooves.

Stitched together, the images provide a topographic map of the cylinder’s surface, charting changes in depth as small as one five-hundredth the thickness of a human hair. Pitch, volume and timbre are all encoded in the hills and valleys and the speed at which the record is played.

At the conservation center, the preservation specialist Mason Vander Lugt attached one of the cylinders to the end of a rotating shaft. Huddled around a computer screen, the Rolfses first saw the wiggly waveform generated by Irene. Then came the digital audio. The words were at first indistinct, but as Mr. Lugt filtered out more of the noise, the rhyme became clearer.

“That was the Eureka moment,” Mr. Rolfs said.

In 1890, a girl in Edison’s laboratory had recited:

There was a little girl,

And she had a little curl

Audio

Right in the middle of her forehead.

When she was good,

She was very, very good.

But when she was bad, she was horrid.

Recently, the conservation center turned up another surprise.

In 2010, the Woody Guthrie Foundation received 18 oversize phonograph disks from an anonymous donor. No one knew if any of the dirt-stained recordings featured Guthrie, but Tiffany Colannino, then the foundation’s archivist, had stored them unplayed until she heard about Irene.

Last fall, the center extracted audio from one of the records, labeled “Jam Session 9” and emailed the digital file to Ms. Colannino.

“I was just sitting in my dining room, and the next thing I know, I’m hearing Woody,” she said. In between solo performances of “Ladies Auxiliary,” “Jesus Christ,” and “Dead or Alive,” Guthrie tells jokes, offers some back story, and makes the audience laugh. “It is quintessential Guthrie,” Ms. Colannino said.

The Rolfses’ dolls are back in the display cabinet in Wisconsin. But with audio stored on several computers, they now have a permanent voice.

Ghostly Voices From Thomas Edison’s Dolls Can Now Be Heard

Artikel lainnya »