saco-indonesia.com, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, telah mengatakan, untuk dapat menjaga kepercayaan publik, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya segera untuk memeriksa Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait dalam kasus sport center Hambalang.
“Segerakan periksa Ibas atau publik tidak akan percaya lagi sama KPK,” kata Boyamin, Kamis 6 Februari 2014 kemarin malam.
Menurut dia, nama Ibas juga sudah disebut-sebut terkait dalam kasus Hambalang, baik oleh Yulianis sebagai mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, maupun mantan ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.
Karena itu, publik juga harus mengetahui sejauh mana keterlibatan Ibas bila memang ada. Selain itu, pemeriksaan tersebut untuk dapat meluruskan keseimpangsiuran dugaan keterlibatannya.
“Pertimbangan karena dia (Ibas) anak Presiden tentu ada. Jika dihalang-halangi dari pemeriksaan tersebut akan menjadi kerugian, baik bagi KPK maupun Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. SBY sendiri pernah berkoar-koar mengatakan ‘Saya akan menjadi panglima terdepan memberantasan korupsi’,” tuturnya.
Yulianis, yang juga saksi kunci kasus Hambalang, juga pernah mengatakan bahwa Bos Grup Permai yang juga mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, telah memberikan uang USD200 ribu kepada Ibas. Uang tersebut diberikan terkait dalam Kongres Partai Demokrat 2010.
Meski demikian, Yulianis juga mengaku tidak melihat langsung uang tersebut diserahkan oleh Nazaruddin.
Selain itu, Anas juga telah menganggap Ibas layak diperiksa KPK sebagai saksi seputar aliran dana proyek Hambalang. “Kalau saya ditanya, apakah Mas Ibas layak dimintai keterangan oleh KPK? Menurut saya, layak,” ujar Anas
Editor : Dian Sukmawati